Four Faces Buddha Birthday November 9, 2008
Kemarin merayakan ultah Four Faces Buddha lagi di Thailand, tepatnya tanggal 9 November 2008 ultahnya, berangkat bareng my mom and sister. Thank God masih dikasih kesempatan untuk jalan2 kesana tahun ini, lumayan capek juga, 2 malam di Bangkok dan 1 malam di S’pore, ikut tour sih, jadi semua-semua kudu cepat. Jadi pengen nyoba kalo berangkat sendiri gimana … holiday yang bener-bener holiday, bukannya malah pulangnya babak belur, manggil tukang pijit bolak balik hihihi …
Sekilas tentang Four Faces Buddha ini, posisi dia tepat di tikungan jalan, atau pojoknya hotel Erawan Hyatt Bangkok. Kenapa bisa ditikungan, ceritanya gini … dulu waktu si Erawan ini bangun hotel, selalu aja ada masalah, entah tukangnya yang celaka, jatuh, alat listrik tiba-tiba nggak jalan, bahkan sampe ada meninggal. Nah si Erawan ini kemudian berkonsultasi sama seorang biksu (95% orang Thailand beragama Buddha), nah dari situ, si biksu ini memberitahu bahwa tempat hotel tersebut sebenarnya tempat Dewa Empat Muka, trus tiba-tiba mau diusir karena dibangun hotel, tentu saja si Dewa ini marah. Si biksu ini memberi solusi pada si Erawan, supaya dia tetap bisa membangun hotelnya, sediakan tempat juga buat Four Faces Buddha ini, kuil kecil gitu lah … nah akhirnya diputuskan untuk memotong bangunan dia bagian pojok itu, untuk dibuatkan kuil kecil untuk Four Faces Buddha. Makanya dari foto di bawah ini, kelihatan kan belakangnya itu hotel Hyatt si Erawan itu, tapi sekarang udah hilang nama Hyatt nya, tinggal Erawan hotel aja, hotel orang tajir.
Nah jadi bayangkan tempat sembahyang sekecil itu, kalo pas ultahnya Four Faces Buddha, orang dari Hongkong, China, Taiwan, Malaysia, Indonesia, pokoknya Asia deh, plus orang Thailandnya sendiri tumplek blek disana … phew … tapi untuk pagi hari, khusus yang boleh masuk pekerja Erawan Hotel sendiri, termasuk bule-bule yang kerja di Erawan Hotel, yang katanya kalo nggak sembahyang disana, kerjanya nggak pernah bisa lama atau beres. Pernah dulu ada seorang wanita dari Hongkong yang gak begitu percaya dan heran kenapa orang-orang yang sembahyang di tempat ini banyak sekali, juga menyumbang tari-tarian (ada penari-penari Thailand dimana jika kita menyumbang sejumlah uang, mereka akan menari) dia malah sempet berikrar, kalau sampai dia bisa kaya, dia sendiri bakal nari telanjang di hadapan patung Four Faces Buddha. Dan pada akhirnya dia memang jadi kaya, bahkan menang undian bermilyar-milyar, akhirnya dia balik lagi ke Thailand untuk menuntaskan janjinya, eitss…jangan ngeres dulu pikirannya, dia memang nari telanjang, tapi satu kuil ditutup kain oleh polisi hehehe, jadi nggak ada yang bisa ngeliat.



Tour kali ini singkat aja, cuma 2 malam di bangkok, sehabis dari Four Faces Buddha ultah, kita dibawa ke klenteng lain, Kwan-Im Temple.


Saham Pertamaku !
Akhirnya kemarin buka account untuk beli saham yang pertama kali dalam hidup ini … hehehe … untung ada temen yang bantuin ngomong, kalo gak udah kelagepan. Trus hari ini sudah berhasil transaksi beli saham Bakrieland di harga Rp 120,- sebanyak 30 LOT, sedangkan saham kedua yang diincer adalah Ciputra Property, tapi masih antri karena belum dapat harga yang aku minta. Saham ketiga, masih belum analisa lebih lanjut.
Meski di sore hari saham Bakrieland turun jadi Rp 115,-, gak masalah sih, karena niat dari semula adalah investasi, bukan main jual beli short term, jadi tetep tenang-tenang aja, gak pake acara jantungan seperti kata orang-orang
Pokoknya udah berhasil masuk, ya sudah, santai santai aja, tinggal tunggu waktunya yang tepat untuk menjual, mungkin sekitar 2-3 tahun lagi. Wait and see.
Anyway, semoga nilai portfolioku ini bisa meningkat sejalan dengan waktu…
[Update : 22 October 2008]
Akhirnya dapat juga Ciputra di harga Rp 150,-. Sekarang tinggal santai-santai aja, sambil memantau harga, kalau turun lagi di batas bawah perhitungan fibonacci, sisa uang yang masih ada, dibeliin lagi sebagian …
Krisis Global 2008, Saatnya Beli Saham ?
Akibat krisis subprime mortgage loan di U.S, plus tumbangnya Lehman Brothers, U.S lagi krisis keungan yang imbasnya memanggil semua investor U.S yang masukkin dananya ke negara lain untuk masukkin balik duit mereka ke U.S. Indonesia salah satunya kena imbas, semua investor U.S pada panic sell semua saham mereka untuk dapetin $$$, dan bawa lari semuanya keluar dari Indonesia. Akibatnya rupiah melemah gak keruan, sampai mencapai 10,000 = 1 USD (seneng karena gajiku $$$, tapi sedih karena artinya Indonesia sedang dalam keadaan agak gawat, pengangguran bakal banyak kalau dibiarin terus). Semua index saham juga turun drastis, rata-rata 60%-70%, ouch !
Apa bakal terjadi krisis moneter seperti tahun 1997-1998 ? Semoga enggak deh, gak mau kerusuhan lagi. Nah kenapa ini aku tulis di blog, mungkin sebagai bentuk catatan kapan pertama kali aku mulai belajar tentang saham … hehehe …
Sekarang lagi pengen investasi dalam bentuk saham yang long term (investor), bukan model hit and run (trader), karena sepertinya hati ini lebih tentram kalo long term, ketimbang short yang harus pantau tiap hari, jantungan, phew…obat mahal ouy. Nah, disaat ini harga-harga saham lagi murah-murahnya, apakah ini merupakan saat yang tepat untuk mengkoleksi ? Hm…dunno, masih dalam tahap belajar menganalisa saham mana yang punya prospek dan murah, supaya pada saatnya nanti bisa dipanen dengan hasil yang melimpah. Apalagi kok kebetulan ada seorang pakar yang bersedia ngajarin soal saham, analisa, ini, itu dengan gratis hihihi … if you read this, you know who you are.
Menurut temenku ini, sebagai investor, kita benar-benar harus berpikir 1000x sebelum memasuki pasar, karena harus menunggu moment yang tepat. Jika sudah masuk, ya sudah, tenang-tenang aja, tunggu waktunya memanen. Sedangkan trader, mungkin pertimbangannya nggak cukup banyak, karena ntar begitu naik dikit, dia bisa jual lagi, trus beli lagi yang lain, dan seterusnya, trading tiap hari, mantau tiap hari. Nah kuncinya, gimana kita bisa menganalisa, mo dibawa kemana 5 -10 tahun itu harga sahamnya, itu yang susah … dan sedang dalam proses belajarku, semoga bisa lulus
Saham lokal yang lagi aku incar saat ini : Kimia Farma dan Bakrie Sumatera (Pertanian).
Harga Kimia Farma awalnya Rp 150/lembar - Rp 170/lembar sekarang setelah krisis jadi Rp 99/lembar.
Sedangkan Bakrie, dari harga awal Rp 600/lembar - Rp 700/lembar, sekarang jadi sekitar Rp 200/lembar - Rp 270/lembar.
Kalau beli Kimia Farma, dapat quantity lebih banyak ketiimbang Bakrie, sedangkan menurut temenku, tahun depan, sepertinya pertanian bakal booming. Hm…harus dipikirkan lagi dulu mau beli yang mana ya …
What is The Most Important Thing in Life ?
Kemarin pas sempet ada waktu luang, nemenin my lovely mommy ke vihara di Tenggilis, katanya ada seorang biksu yang tingkatannya udah Master, (namanya Allen, jadi kita manggilnya Master Allen) mengadakan upacara membaca sutra Buddha pengobatan, 7 hari berturut-turut, dan pas aku ikut, pas hari terakhir dan upacara penutupan. Setelah pembacaan sutra terakhir, ada sesi tanya jawab antara Master Allen dengan peserta pembacaan sutra.
Salah satu pertanyaan dari peserta adalah : “What is The Most Important Thing in Life ?”, Master Allen ini dengan bijak menjawab: “The most important thing in life is to find the most important thing in your life” …
Haha, what a wise and smart answer Master, ini salah satu hal yang aku suka dari Buddhis, kadang jawaban yang diberikan enggak langsung mentahan/gamblang tapi lebih berupa filosofi dan memaksa kita untuk berpikir/merenung sendiri. Dan bagiku, aku sudah menemukan hal terpenting dalam hidupku, yaitu keluarga :), have you found yours ?
10 Ways to Get Rich
Ini merupakan 10 resep untuk menjadi kaya dari Warren Buffet, masih melanjutkan dari post sebelumnya, soalnya mengagumkan sih nih orang.
——————————————————
With an estimated fortune of $62 billion, Warren Buffett is the richest man in the entire world. In 1962, when he began buying stock in Berkshire Hathaway, a share cost $7.50. Today, Buffett, 78, is Berkshire’s chairman and CEO, and one share of the company’s class A stock is worth close to $119,000. He credits his astonishing success to several key strategies, which he has shared with writer Alice Schroeder.
No. 1: Reinvest Your Profits
When you first make money, you may be tempted to spend it. Don’t. Instead, reinvest the profits. Buffett learned this early on. In high school, he and a pal bought a pinball machine to put in a barbershop. With the money they earned, they bought more machines until they had eight in different shops. When the friends sold the venture, Buffett used the proceeds to buy stocks and to start another small business.
No. 2: Be Willing to Be Different
Don’t base your decisions upon what everyone is saying or doing. When Buffett began managing money in 1956 with $100,000 cobbled together from a handful of investors, he was dubbed an oddball. He worked in Omaha, not on Wall Street, and he refused to tell his partners where he was putting their money. People predicted that he’d fail, but when he closed his partnership 14 years later, it was worth more than $100 million.
No. 3: Never Suck Your Thumb
Gather in advance any information you need to make a decision, and ask a friend or relative to make sure that you stick to a deadline. Buffett prides himself on swiftly making up his mind and acting on it. He calls any unnecessary sitting and thinking “thumb-sucking.”
No. 4: Spell Out the Deal Before You Start
Your bargaining leverage is always greatest before you begin a job — that’s when you have something to offer that the other party wants. Buffett learned this lesson the hard way as a kid, when his grandfather Ernest hired him and a friend to dig out the family grocery store after a blizzard. The boys spent five hours shoveling until they could barely straighten their frozen hands. Afterward, his grandfather gave the pair less than 90 cents to split.
No. 5: Watch Small Expenses
Buffett invests in businesses run by managers who obsess over the tiniest costs. He once acquired a company whose owner counted the sheets in rolls of 500-sheet toilet paper to see if he was being cheated (he was). He also admired a friend who painted only the side of his office building that faced the road.
No. 6: Limit What You Borrow
Buffett has never borrowed a significant amount — not to invest, not for a mortgage. He has gotten many heartrending letters from people who thought their borrowing was manageable but became overwhelmed by debt. His advice: Negotiate with creditors to pay what you can. Then, when you’re debt-free, work on saving some money that you can use to invest.
No. 7: Be Persistent
With tenacity and ingenuity, you can win against a more established competitor. Buffett acquired the Nebraska Furniture Mart in 1983 because he liked the way its founder, Rose Blumkin, did business. A Russian immigrant, she built the mart from a pawnshop into the largest furniture store in North America. Her strategy was to undersell the big shots, and she was a merciless negotiator.
No. 8: Know When to Quit
Once, when Buffett was a teen, he went to the racetrack. He bet on a race and lost. To recoup his funds, he bet on another race. He lost again, leaving him with close to nothing. He felt sick — he had squandered nearly a week’s earnings. Buffett never repeated that mistake.
No. 9: Assess the Risks
In 1995, the employer of Buffett’s son, Howie, was accused by the FBI of price-fixing. Buffett advised Howie to imagine the worst- and best-case scenarios if he stayed with the company. His son quickly realized that the risks of staying far outweighed any potential gains, and he quit the next day.
No. 10: Know What Success Really Means
Despite his wealth, Buffett does not measure success by dollars. In 2006, he pledged to give away almost his entire fortune to charities, primarily the Bill and Melinda Gates Foundation. He’s adamant about not funding monuments to himself—no Warren Buffett buildings or halls. “When you get to my age, you’ll measure your success in life by how many of the people you want to have love you actually do love you. That’s the ultimate test of how you’ve lived your life.”
————————————
Kok rasanya resep si Warren Buffet ini gak asing ya, sepertinya “Cina” banget juga hahaha … dalam artian positive tentunya, hal-hal yang memang sudah ditanamkan di benak kita turun temurun dari nenek moyang yang berjiwa pedagang. Bedanya si Warren Buffet ini berani untuk berpikir besar dan berani bikin perubahan ketimbang mempertahankan ide-ide konvensional.
Resep favoriteku resep nomor sepuluh, tapi kayaknya masih jauh kesana, karena saat ini pikirannya masih mengejar $$$ dan investasi mulu :p
Welcome to A Piece of My Life
A full time part time technical consultant and a part time full time internet marketer (hoping someday I can be a part time internet marketer and a full time traveler). I don’t like vegetables, a true meat eater. I'm an Agnostic, believe in God, but haven’t made decision which religion to follow (if I had to choose, my first choice would be Buddhist), I believe in karma, cause and effect, all living creatures are responsible for their karma, their actions and the effects of their actions.





Recent Comments